Photo by liburananak.com

Sejak merencanakan liburan Jogja, cave tubing Goa Pindul menjadi target utama kami : saya, papa Freddy dan 3 anak lelakiku : Refqy (14 thn), Aby (9 thn), Raia (7 thn). Browsing di web dan twitter untuk mendapatkan info lengkap. Ternyata cave tubing di sekitar Gunung Kidul bermacam-macam. Setelah mendapatkan gambaran umum, kami pilih Goa Pindul yg tampaknya paling ringan untuk anak-anak.
Berdasarkan rekomendasi @liburanjogja, kami pilih @WIRAWISATA untuk reservasi tempat. Sebenarnya tidak harus reservasi tapi demi kenyamanan sebaiknya reservasi terutama di hari libur. Juga untuk menghindari calo. Dua hari sebelum kedatangan, saya hubungi CP @WIRAWISATA (pengelola Goa Pindul) yg ada di bio-nya. Pengelola ini akan menjemput tamu di Alun-alun Pemda Wonosari lalu memandu sampai kantor Wirawisata. Sekedar info, pengelola tempat ini ada dua dengan harga tiket yang beda.
Kamis pagi, 25 Oktober 2012 (sehari sebelum Idul Adha) kami berangkat dari kota Jogja menuju Wonosari. Sepanjang perjalanan keriaan terpancar dari wajah anak-anak. Kurang lebih 1,5 jam kemudian tiba di Goa Pindul. Di loket pendaftaran kami ditawari 3 macam paket cave tubing. Sesuai niat awal dan penjelasan petugas maka kami pilih cave tubing Goa Pindul. Biaya paket ini Rp 25.000/orang.

Kami pun bersiap. Pakai celana pendek, titip barang. Kamera atau handphone boleh dibawa tapi harus dimasukan plastik (disediakan pengelola). Dibantu petugas menggunakan pelampung. Ada pelampung ukuran anak2 lho. Sandal boleh dipakai. Biar semangat, kami teriakan yel-yel : Wirawisata YES!!

Lalu kami menuju semacam kolam sambil membawa ban besar. Karena ban cukup besar, maka pemandu membantu anak-anak membawa ban.

Tiba di “terminal” keberangkatan, kami turun ke kolam. Baru berbaring di ban saja sudah menegangkan. Ya, kami akan menyusuri sungai sepanjang 350 meter sambil berbaring di ban selama 45 menit. Santai tapi tegang. ?
Selama cave tubing kami dipandu 2 pemandu yaitu Ranu dan Murti. Ranu bagian depan, bertugas menarik rangkaian 5 ban. Ban-ban ini harus terus terangkai agar tidak terpisah. Sedangkan Murti berada di paling belakang, memberi penjelasan tentang goa dan zona di goa Pindul. Goa Pindul ini terdiri atas tiga zona, yakni terang, remang-remang dan gelap abadi. Hmm... dag dig dug lagi..



Di zona terang masih bisa ketawa ketiwi sambil mendengarkan penjelasan tentang staklaktit dan stalakmit yg diterima dengan baik oleh anak2 karena mereka sudah “khatam” baca buku tentang Cave (goa). Komentarnya, “ ini ada di buku”.

Memasuki zona remang-remang anak2 mulai sedikit tegang. Sesekali tertawa karena ada tetesan air dari stalaktit yg konon bisa bikin wanita awet muda. Waah.. mama jadi 30 tahun lebih muda. Hahaha.. Ada juga stalakmit yg jika dipukul bersuara seperti gong. Anak-anak terpesona. Beberapa kelelawar melintas di langit-langit goa. Raia yang tadinya takut digigit kelelawar karena takut jadi vampir, terlihat menikmati. Langit goa tampak seperti motif batik. Ada lobang di atap goa dimana sinar matahari bisa masuk goa. Sangatlah indah.

Sampailah di zona gelap abadi, anak-anak sudah mulai takut. Di sini kami berhenti sejenak bergandengan tangan, membuat lingkaran. Papa Freddy memimpin berdoa. Seharusnya senter pemandu dimatikan agar suasana benar-benar syahdu. Namun atas permintaan saya, senter tetap menyala.
- Di zona ini tidak ada photo karena hasil photo gelap akibat kurang cahaya -
Selesai berdoa perjalanan dilanjutkan. Melalui celah yang sempit memaksa kami untuk sedikit menekuk kaki dan menegakkan kepala agar tidak terantuk dinding (stalaktit dan stalakmit yg menyatu).
Tak lama kemudian tiba di ujung goa. Cahaya pun bisa masuk ke goa. Kami turun dari ban untuk main air dan photo-photo. Tampak ikan kecil-kecil.



Usai photo2, kami naik ban lagi untuk menunju pintu keluar. Yaah.. akhirnya cave tubing ini harus berakhir. Kami pun menepi untuk turun dari ban. Raia sempat tidak mau turun. Betah. Hihihi..


Setelah semua naik ke darat, kami langsung naik pick up yang sudah menjemput kami untuk diantar ke sekretariat pengelola. Ini seru juga. Pertama kalinya naik pick up yang berpagar. Serasa mau diqurbankan.. hihihi.. Kebetulan pas 1 hari sebeblum Idul Adha.

Tiba di sekretariat, pelampung dikembalikan. Pemandu menyampaikan ucapan terima kasih dan salam perpisahan. Wedang jahe sudah tersedia. Berhubung anak-anak tidak suka maka mereka langsung mandi dan ganti pakaian.
Benar-benar pengalaman seru, tak terlupakan. Sangat menyenangkan. Sekaligus menambah pengetahuan tentang goa.
Penulis: Yuselin Lesmanasari
Follow her twitter: https://twitter.com/Yus3R
FB : http://www.facebook.com/yuselin.anakkulelakisemua
Email: Yuselin_lesmanasari@yahoo.com
Untuk info wisata di Goa Pindul oleh @WIRAWISATA lebih lengkap, kunjungi http://wirawisata.blogspot.com/2012/01/cave-tubing-pindul.html atau follow Twitter-nya di https://twitter.com/WIRAWISATA